Dan saat kegelapan mulai datang
Datang menyelimutiku dengan dinginnya malam
Saat sepi mulai menghampiri
Menghampiriku yang sedang sendiri
Sendiri diantara banyak orang
Menangis dalam lindungan selimut yang hangat
Merindukan mereka,
Mereka yang menyayangiku
Yang sangat mengerti aku
Yang selalu ada untukku
Saat suka maupun duka
Aku merindukan kalian semua
Ingin ku langkahkan kaki ke istanaku
Istana penuh arti dengan keberadaan mereka
Keberadaan keluargaku
Tapi apalah dayaku
Ku harus tetap di sini
Dalam penjara suci
Untuk menuntaskan tugas mulia
Menjalankan perintah agama
THALABUL 'ILMI
Untuk kamu yang ada di sana, Kutitipkan surat ini melalui angin Untuk kamu yang tak tergapai, Entah angin menyampaikannya atau tidak, Aku akan tetap menulis Tentang isi hatiku Tentang kamu yang selalu terbayang di angan Tentang kamu cahaya cerah yang menyilaukan Tentang kamu angsa yang sangat elok Aku lupa kalau aku hanyalah seekor itik buruk rupa Aku masih saja menatapmu Memikirkanmu Dan mengharapkanmu Tapi kini tak lagi, Aku sudah menyadari segalanya Aku tak lagi mengharapkan apa apa Kecuali kebahagiaanmu Pergilah ke tempat yang kau ingin Aku tak akan mengekor Aku hanya akan tetap menyimpan namamu di hatiku
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus