Awan hitam datang menghampiri
Menutupi segala mimpi
Petir yang mulai menggelegar
Melenyapkan semangat
Petir yang mulai menyambar
Mengenai mimpi yang masih tersisa
Membuatnya hangus,
Terbakar sia-sia
Hujan mulai turun,
Sedikit demi sedikit
Hingga menjadi deras dan alirkan memori
Tentang masa yang telah lalu
Tentang hari di mana kurangkai mimpi
Angin bertiup kencang
Menyapu memori yang terputar
Dan beterbangan tak berarah
Mengingatkan pada kenyataan
Air mata mengalir lebih deras
Matahari telah hilang dari diriku
Akankah datang pelangi setelah badai?
Untuk kamu yang ada di sana, Kutitipkan surat ini melalui angin Untuk kamu yang tak tergapai, Entah angin menyampaikannya atau tidak, Aku akan tetap menulis Tentang isi hatiku Tentang kamu yang selalu terbayang di angan Tentang kamu cahaya cerah yang menyilaukan Tentang kamu angsa yang sangat elok Aku lupa kalau aku hanyalah seekor itik buruk rupa Aku masih saja menatapmu Memikirkanmu Dan mengharapkanmu Tapi kini tak lagi, Aku sudah menyadari segalanya Aku tak lagi mengharapkan apa apa Kecuali kebahagiaanmu Pergilah ke tempat yang kau ingin Aku tak akan mengekor Aku hanya akan tetap menyimpan namamu di hatiku
Komentar
Posting Komentar