Langsung ke konten utama

~ Akankah? ~

Awan hitam datang menghampiri
Menutupi segala mimpi
Petir yang mulai menggelegar
Melenyapkan semangat
Petir yang mulai menyambar
Mengenai mimpi yang masih tersisa
Membuatnya hangus,
Terbakar sia-sia
Hujan mulai turun,
Sedikit demi sedikit
Hingga menjadi deras dan alirkan memori
Tentang masa yang telah lalu
Tentang hari di mana kurangkai mimpi
Angin bertiup kencang
Menyapu memori yang terputar
Dan beterbangan tak berarah
Mengingatkan pada kenyataan
Air mata mengalir lebih deras
Matahari telah hilang dari diriku
Akankah datang pelangi setelah badai?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Seuntai kata yang disampaikan angin~

Untuk kamu yang ada di sana, Kutitipkan surat ini melalui angin Untuk kamu yang tak tergapai, Entah angin menyampaikannya atau tidak, Aku akan tetap menulis Tentang isi hatiku Tentang kamu yang selalu terbayang di angan Tentang kamu cahaya cerah yang menyilaukan Tentang kamu angsa yang sangat elok Aku lupa kalau aku hanyalah seekor itik buruk rupa Aku masih saja menatapmu Memikirkanmu Dan mengharapkanmu Tapi kini tak lagi, Aku sudah menyadari segalanya Aku tak lagi mengharapkan apa apa Kecuali kebahagiaanmu Pergilah ke tempat yang kau ingin Aku tak akan mengekor Aku hanya akan tetap menyimpan namamu di hatiku

~Kamu~

Mungkin ku tak bisa menggapaimu Aku tak akan lagi berusaha menggapaimu Aku tak akan lagi mengganggu, mengusik kehidupanmu Tapi, Ku tak bisa menghilangkan “KAMU” dari hatiku Jangan paksa aku tuk menghapus namamu dari hatiku Jangan paksa aku tuk berhenti mencintaimu Ku tak bisa lakukan itu semua Tapi sebisa mungkin aku akan menjauh Agar kau bisa bahagia dengan “DIA”

Kamu yang Pernah Ada

Dulu, pernah ada seseorang Seseorang yang selalu di sisiku Selalu memecahkan kesepian dalam hidupku Tapi kini, dia telah pergi Pergi dari kehidupanku Pergi tanpa pamit Untuk selamanya Memutuskan segala kontak denganku Pergi begitu saja tanpa kabar pasti Pernah ku berpikir, apakah kucoba mencari keberadaannya? Ah, itu hanya sesuatu yang sia-sia saja Tapi tetap saja hal itu kulakukan Tapi aku tak mendapat kabar apapun Sekarang aku telah dapat mengikhlaskan semua Semua kenanganku bersamamu Saat kita tertawa bersama Saat kau menghapus air mataku Saat kau menemani hariku Aku telah memulai kehidupan baru tanpamu Tanpa kamu yang pernah ada Lalu pergi begitu saja