Angin dingin terus berhembus
Bau tanah basah yang khas tercium
Suara gemericik air terdengar di malam yang damai
hujan terus menetes
Membentuk genangan kenangan
Dan membanjiri memori
Waktupun berjalan mundur
Hati berdebar sangat kencang,
Hanya bisa menatap rintik hujan
Ujung bibir terus tertarik,
Dengan genggaman hangat tanganmu
Tak ada suara,
Namun hujan tahu kita bahagia
Waktu terus berjalan mundur
Di bawah terik matahari aku berjalan
Dengan suasana hati tak menentu
Kau datang bersama dengan turunnya hujan
Mengikuti langkahku sambil terus mengoceh
Membuatku lupa dengan masalahku
Waktu masih berjalan mundur
Aku menatap rintik hujan yang tak kunjung berhenti
Merutuki langit yang tak sejalan dengan keinginanku
Kau datang dengan nasehatmu
Tentang indahnya hujan
Waktu yang telah ditarik ke belakang,
Dilempar dengan keras ke depan
Saat melihat darah bercampur dengan genangan hujan,
Juga air mata
Kini, rintik rindu menetes dari pelupuk mata
Untukmu yang sempat hadir warnai hariku
Di tengah suara gemericik hujan Aku menangis dalam selimut Sayang sekali, detik ini desember sedang malam "Hujan Desember" tak dapat menghapus air mataku
Komentar
Posting Komentar