Langsung ke konten utama

~Rintik Rindu~

Angin dingin terus berhembus
Bau tanah basah yang khas tercium
Suara gemericik air terdengar di malam yang damai
hujan terus menetes
Membentuk genangan kenangan
Dan membanjiri memori
Waktupun berjalan mundur
Hati berdebar sangat kencang,
Hanya bisa menatap rintik hujan
Ujung bibir terus tertarik,
Dengan genggaman hangat tanganmu
Tak ada suara,
Namun hujan tahu kita bahagia
Waktu terus berjalan mundur
Di bawah terik matahari aku berjalan
Dengan suasana hati tak menentu
Kau datang bersama dengan turunnya hujan
Mengikuti langkahku sambil terus mengoceh
Membuatku lupa dengan masalahku
Waktu masih berjalan mundur
Aku menatap rintik hujan yang tak kunjung berhenti
Merutuki langit yang tak sejalan dengan keinginanku
Kau datang dengan nasehatmu
Tentang indahnya hujan
Waktu yang telah ditarik ke belakang,
Dilempar dengan keras ke depan
Saat melihat darah bercampur dengan genangan hujan,
Juga air mata
Kini, rintik rindu menetes dari pelupuk mata
Untukmu yang sempat hadir warnai hariku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Seuntai kata yang disampaikan angin~

Untuk kamu yang ada di sana, Kutitipkan surat ini melalui angin Untuk kamu yang tak tergapai, Entah angin menyampaikannya atau tidak, Aku akan tetap menulis Tentang isi hatiku Tentang kamu yang selalu terbayang di angan Tentang kamu cahaya cerah yang menyilaukan Tentang kamu angsa yang sangat elok Aku lupa kalau aku hanyalah seekor itik buruk rupa Aku masih saja menatapmu Memikirkanmu Dan mengharapkanmu Tapi kini tak lagi, Aku sudah menyadari segalanya Aku tak lagi mengharapkan apa apa Kecuali kebahagiaanmu Pergilah ke tempat yang kau ingin Aku tak akan mengekor Aku hanya akan tetap menyimpan namamu di hatiku

~Kamu~

Mungkin ku tak bisa menggapaimu Aku tak akan lagi berusaha menggapaimu Aku tak akan lagi mengganggu, mengusik kehidupanmu Tapi, Ku tak bisa menghilangkan “KAMU” dari hatiku Jangan paksa aku tuk menghapus namamu dari hatiku Jangan paksa aku tuk berhenti mencintaimu Ku tak bisa lakukan itu semua Tapi sebisa mungkin aku akan menjauh Agar kau bisa bahagia dengan “DIA”

Kamu yang Pernah Ada

Dulu, pernah ada seseorang Seseorang yang selalu di sisiku Selalu memecahkan kesepian dalam hidupku Tapi kini, dia telah pergi Pergi dari kehidupanku Pergi tanpa pamit Untuk selamanya Memutuskan segala kontak denganku Pergi begitu saja tanpa kabar pasti Pernah ku berpikir, apakah kucoba mencari keberadaannya? Ah, itu hanya sesuatu yang sia-sia saja Tapi tetap saja hal itu kulakukan Tapi aku tak mendapat kabar apapun Sekarang aku telah dapat mengikhlaskan semua Semua kenanganku bersamamu Saat kita tertawa bersama Saat kau menghapus air mataku Saat kau menemani hariku Aku telah memulai kehidupan baru tanpamu Tanpa kamu yang pernah ada Lalu pergi begitu saja