Lima ratus hari lebih telah berlalu
Untaian kenangan telah terbentuk
Memori memori indah terpatri di hati
Luka yang pahit menjadi manis karena persahabatan
Sulit bagiku tuk tinggalkan semua ini
Di sisi lain, langit biru menungguku
Ku bagai berada di tanah perbatasan
Harus ke kiri atau ke kanan
Harus menetap atau pergi mengejar asa
Harus tetap duduk manis atau pergi ke hutan belantara
Tetap menikmati kopi pahit di rumah atau mencari susu melewati laut berombak
Dalam penjara suci ini aku mengetahui arti persahabatan
Mengetahui manisnya berbagi
Memahami orang dengan semua sifatnya
Kini sulit rasanya tinggalkan semua
Kemanakah ku harus pergi
Untuk kamu yang ada di sana, Kutitipkan surat ini melalui angin Untuk kamu yang tak tergapai, Entah angin menyampaikannya atau tidak, Aku akan tetap menulis Tentang isi hatiku Tentang kamu yang selalu terbayang di angan Tentang kamu cahaya cerah yang menyilaukan Tentang kamu angsa yang sangat elok Aku lupa kalau aku hanyalah seekor itik buruk rupa Aku masih saja menatapmu Memikirkanmu Dan mengharapkanmu Tapi kini tak lagi, Aku sudah menyadari segalanya Aku tak lagi mengharapkan apa apa Kecuali kebahagiaanmu Pergilah ke tempat yang kau ingin Aku tak akan mengekor Aku hanya akan tetap menyimpan namamu di hatiku
Komentar
Posting Komentar