Langsung ke konten utama

~Persimpangan~

Lima ratus hari lebih telah berlalu
Untaian kenangan telah terbentuk
Memori memori indah terpatri di hati
Luka yang pahit menjadi manis karena persahabatan
Sulit bagiku tuk tinggalkan semua ini
Di sisi lain, langit biru menungguku
Ku bagai berada di tanah perbatasan
Harus ke kiri atau ke kanan
Harus menetap atau pergi mengejar asa
Harus tetap duduk manis atau pergi ke hutan belantara
Tetap menikmati kopi pahit di rumah atau mencari susu melewati laut berombak
Dalam penjara suci ini aku mengetahui arti persahabatan
Mengetahui manisnya berbagi
Memahami orang dengan semua sifatnya
Kini sulit rasanya tinggalkan semua
Kemanakah ku harus pergi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

~Seuntai kata yang disampaikan angin~

Untuk kamu yang ada di sana, Kutitipkan surat ini melalui angin Untuk kamu yang tak tergapai, Entah angin menyampaikannya atau tidak, Aku akan tetap menulis Tentang isi hatiku Tentang kamu yang selalu terbayang di angan Tentang kamu cahaya cerah yang menyilaukan Tentang kamu angsa yang sangat elok Aku lupa kalau aku hanyalah seekor itik buruk rupa Aku masih saja menatapmu Memikirkanmu Dan mengharapkanmu Tapi kini tak lagi, Aku sudah menyadari segalanya Aku tak lagi mengharapkan apa apa Kecuali kebahagiaanmu Pergilah ke tempat yang kau ingin Aku tak akan mengekor Aku hanya akan tetap menyimpan namamu di hatiku

~Kamu~

Mungkin ku tak bisa menggapaimu Aku tak akan lagi berusaha menggapaimu Aku tak akan lagi mengganggu, mengusik kehidupanmu Tapi, Ku tak bisa menghilangkan “KAMU” dari hatiku Jangan paksa aku tuk menghapus namamu dari hatiku Jangan paksa aku tuk berhenti mencintaimu Ku tak bisa lakukan itu semua Tapi sebisa mungkin aku akan menjauh Agar kau bisa bahagia dengan “DIA”

Kamu yang Pernah Ada

Dulu, pernah ada seseorang Seseorang yang selalu di sisiku Selalu memecahkan kesepian dalam hidupku Tapi kini, dia telah pergi Pergi dari kehidupanku Pergi tanpa pamit Untuk selamanya Memutuskan segala kontak denganku Pergi begitu saja tanpa kabar pasti Pernah ku berpikir, apakah kucoba mencari keberadaannya? Ah, itu hanya sesuatu yang sia-sia saja Tapi tetap saja hal itu kulakukan Tapi aku tak mendapat kabar apapun Sekarang aku telah dapat mengikhlaskan semua Semua kenanganku bersamamu Saat kita tertawa bersama Saat kau menghapus air mataku Saat kau menemani hariku Aku telah memulai kehidupan baru tanpamu Tanpa kamu yang pernah ada Lalu pergi begitu saja