Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

~Kind Rain~

Aku adalah orang yang slalu merindukanmu Rindu untuk bertemu denganmu Rindu untuk bertegur sapa denganmu Rindu untuk bercanda ria denganmu Yang kini telah sadar bahwa kau sudah pergi terlalu jauh Sudah tak dapat digapai Air mata mengalir dengan deras Segigih itupun rintik hujan menghapusnya

~Seuntai kata yang disampaikan angin~

Untuk kamu yang ada di sana, Kutitipkan surat ini melalui angin Untuk kamu yang tak tergapai, Entah angin menyampaikannya atau tidak, Aku akan tetap menulis Tentang isi hatiku Tentang kamu yang selalu terbayang di angan Tentang kamu cahaya cerah yang menyilaukan Tentang kamu angsa yang sangat elok Aku lupa kalau aku hanyalah seekor itik buruk rupa Aku masih saja menatapmu Memikirkanmu Dan mengharapkanmu Tapi kini tak lagi, Aku sudah menyadari segalanya Aku tak lagi mengharapkan apa apa Kecuali kebahagiaanmu Pergilah ke tempat yang kau ingin Aku tak akan mengekor Aku hanya akan tetap menyimpan namamu di hatiku

~Aku yang baru~

Suatu periode perjalanan kehidupan telah berlalu Dengan segala bumbu yang menyertainya Asam manis pahit Suka duka Terimakasih telah memberiku kesempatan ini Kesempatan untuk tertawa bersama Kesempatan untuk menangis bersama Kesempatan untuk marah marahan Kesempatan untuk berbaikan Dengan aku yang baru Akan kujalani periode selanjutnya dengan senyum Aku sekarang bukan lagi aku yang dulu Akan kumanfaatkan semua kesempatan dengan baik

~Persimpangan~

Lima ratus hari lebih telah berlalu Untaian kenangan telah terbentuk Memori memori indah terpatri di hati Luka yang pahit menjadi manis karena persahabatan Sulit bagiku tuk tinggalkan semua ini Di sisi lain, langit biru menungguku Ku bagai berada di tanah perbatasan Harus ke kiri atau ke kanan Harus menetap atau pergi mengejar asa Harus tetap duduk manis atau pergi ke hutan belantara Tetap menikmati kopi pahit di rumah atau mencari susu melewati laut berombak Dalam penjara suci ini aku mengetahui arti persahabatan Mengetahui manisnya berbagi Memahami orang dengan semua sifatnya Kini sulit rasanya tinggalkan semua Kemanakah ku harus pergi

~Mundur~

Untuk sebuah rasa yang sudah binasa Maaf aku tak bisa melanjutkan kisah ini lagi Bahkan menarik ujung bibirmu pun aku tak sanggup Mungkin aku hanya kau  anggap  benalu di hidupmu Tak apa, aku tak kan lagi membuatmu susah Mungkin aku seperti anak kecil yang slalu merengek Menangis meminta cinta darimu Tak apa, sekarang aku sudah dewasa Tak akan merengek lagi Dan mungkin, aku hanya ikan kecil di laut yang mendambakan bintang di langit Menatap dari kejauhan Tak bisa menggapai Kini aku sudah sadar Aku takkan lagi mengganggumu

~Renungan Sendu~

Dan saat kegelapan mulai datang Datang menyelimutiku dengan dinginnya malam Saat sepi mulai menghampiri Menghampiriku yang sedang sendiri Sendiri diantara banyak orang Menangis dalam lindungan selimut yang hangat Merindukan mereka, Mereka yang menyayangiku Yang sangat mengerti aku Yang selalu ada untukku Saat suka maupun duka Aku merindukan kalian semua Ingin ku langkahkan kaki ke istanaku Istana penuh arti dengan keberadaan mereka Keberadaan keluargaku Tapi apalah dayaku Ku harus tetap di sini Dalam penjara suci Untuk menuntaskan tugas mulia Menjalankan perintah agama THALABUL 'ILMI

Bingung

Aku diam Di tengah orang berlalu lalang Aku bingung Di tengah orang yang sedang mengejar asa Aku ini siapa? Aku ini ingin apa? Aku tak tahu Aku bingung Aku benci dengan diriku sendiri Seorang manusia tanpa asa Tanpa tujuan Bisakah aku bertahan hidup dengan kebingungan ini?

Hujan 🌧

Kuhentikan matahari Kini hujan merindukanku Mengangkat kabut dingin Ada yang berdenyut dalam diriku Menembus tanah kering Dendam yang dihamilkan matahari Dan rintik hujan Tak bisa kutolak, Hujan memaksaku ciptakan lautan kenangan

Sunset dan kenangan 🌇

Hawa mulai dingin Burung burung kembali ke sarangnya Membawa makanan untuk anaknya Ayam ayam mulai masuk kandang Menghindari ancaman musang Para nelayan yang mulai berlayar, Dengan angin darat yang berhembus ke laut Mengayunkan kemejaku dengan lembut Ombak menyapu pasir di kakiku Aku berdiri menatap tenggelamnya matahari Bersamaan dengan tenggelamnya kenangan

Lonely?

Ya, I'm lonely I'm so lonely Kenapa? Ada masalah?       Kata orang, kamu sudah ada yang punya       Kata orang, aku harus berhenti memikirkanmu       Tapi aku tak sanggup lakukan itu       Asal tak mengganggumu dengannya tak apa kan?       Biarlah aku sendiri dengan perasaan yang kupendam